Global Food Market Day sebagai Ajang Unjuk Kerja dan Karya Siswa SD Muhammadiyah 8 Surabaya

Memasuki pembelajaran semester genap tahun 2025-2026 SD Muhammadiyah 8 Surabaya menggelar berbagai unjuk kerja dan karya (UKK) peserta didik khusus pada jenjang kelas VI.

Diantaranya Global Food Market Day yang dilaksanakan pada Selasa (3/2/2026).
Ujian tersebut dilakukan secara berkelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 6 hingga 7 siswa. Siswa dibagi ke dalam kelompok secara acak dengan menggabungkan dari 3 kelas.

Pada tahapan awal (pembuka) yakni penataan stan sesuai tema negara masing-masing. Penyajian produk makanan oleh setiap kelompok. Proses penjualan kepada pengunjung selama ±60 menit.

Interaksi siswa dengan penguji dan pengunjung menggunakan bahasa Inggris. Penilaian oleh guru berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Diakhir penutup kegiatan, yakni refleksi singkat bersama guru dan siswa, penyusunan laporan hasil penjualan sebagai bagian dari Uprak dan UKK serta pengumuman apresiasi kelompok terbaik dengan kategori tertentu.

Ita Sumia Budiwati SPd selaku koordinator ujian praktik, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk melatih siswa menyajikan dan menjual produk makanan yang terinspirasi dari budaya internasional, mengembangkan kemampuan komunikasi siswa dalam bahasa Inggris secara sederhana dan kontekstual, enumbuhkan sikap percaya diri, kerja sama, dan tanggung jawab dalam kegiatan berkelompok, melatih keterampilan kewirausahaan dasar melalui kegiatan penjualan, membiasakan siswa menyusun laporan hasil penjualan secara tertulis dengan rapi dan sistematis, mengintegrasikan pembelajaran lintas mata pelajaran dalam satu kegiatan nyata. Tuturnya.

Adapun pesan dan kesan Ita Sumia Budiwati Spd selaku koor pelaksana kegiatan
“Kegiatan Global Food Market Day menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan siswa SD Muhammadiyah 8 khususnya kelas 6 dalam kerja sama, komunikasi, dan kreativitas.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenal budaya internasional, tetapi juga berlatih berwirausaha, bertanggung jawab, serta percaya diri dalam menyampaikan ide menggunakan bahasa Inggris”.Tuturnya. (Rista)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *