Salah satu cara melestarikan keragaman budaya nasional adalah dengan mempelajari budaya daerah. Hal itulah yang dipraktikkan oleh puluhan siswa siswi kelas V SD Muhammadiyah 8 dalam kegiatan belajar bersama Tari Remo, Rabu (7/2/2024).
Pembelajaran tersebut bertujuan agar siswa mampu menunjukkan perilaku melestarikan keragaman budaya daerah dalam lingkungan sekolah.

Remo adalah salah satu tarian dari Jawa Timur yang biasa digunakan untuk penyambutan tamu yang dapat ditampilkan secara perorangan maupun berkelompok.
Tari remo merupakan tarian yang menceritakan tentang perjuangan dari seorang pangeran dalam medan perang. Pada awalnya tari ini hanya dapat ditarikan oleh penari laki-laki, namun seiring perkembangannya saat ini tari remo lebih banyak ditarikan oleh penari perempuan, sehingga akhirnya memunculkan gaya tarian yang cukup bervariasi seperti remo putri.
Salah satu keunikan dari tari ini adalah penari menggunakan gelang kaki berlonceng yang akan berbunyi saat penari bergerak atau menghentakan kakinya. Bunyi lonceng dari gelang kaki berpadu dengan musik gamelan pengiring tari membentuk suatu harmonisasi yang indah.
Atha Alifian Mahfud, salah satu siswa kelas V mengaku agak kesulitan saat belajar tari Remo, namun hal itu tidak akan membuatnya berhenti belajar tarian daerah. “Saya akan lebih keras lagi untuk berlatih,” ungkapnya. (dewi)

Kegiatan belajar Tari Remo yang dilakukan siswa SD Muhammadiyah 8 ini patut diapresiasi sebagai langkah nyata dalam melestarikan keragaman budaya daerah. Tidak hanya mengenalkan seni tari tradisional, kegiatan ini juga menanamkan nilai semangat, disiplin, dan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. Antusiasme siswa, meski menghadapi kesulitan, menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kemauan kuat untuk terus menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.